Setiap desa wisata biasanya punya satu atau dua daya tarik yang langsung dikenal orang. Di Desa Wisata Kandri, banyak orang mungkin lebih dulu ingat Goa Kreo, Waduk Jatibarang, atau tradisi Sesaji Rewanda.
Padahal, Kandri juga punya kekayaan seni lokal yang tidak kalah menarik, salah satunya Kempling Kemanak.
Kempling Kemanak adalah bagian dari kesenian tradisional Kandri yang menggabungkan bunyi alat musik, syair, irama rakyat, dan suasana budaya Jawa yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kesenian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menyimpan cerita tentang dakwah, gotong royong, kreativitas warga, dan upaya menjaga budaya lokal agar tetap hidup.
Mengenal Kempling Kemanak berarti melihat sisi lain Kandri sebagai desa wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga bisa belajar bagaimana warga mempertahankan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Dari alat musik sederhana hingga pementasan untuk wisatawan, Kempling Kemanak menjadi bukti bahwa seni lokal masih punya tempat yang istimewa.
Mengenal Desa Wisata Kandri sebagai Rumah Seni Lokal
Desa Wisata Kandri berada di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kawasan ini dikenal sebagai desa wisata yang memadukan alam, budaya, edukasi, kuliner, dan kehidupan masyarakat lokal.
Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat bahwa Desa Wisata Kandri dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 556/407 tanggal 21 Desember 2012.
Desa ini memiliki daya tarik alam berupa Goa Kreo di tengah Waduk Jatibarang, wisata buatan seperti perahu wisata dan plaza, serta wisata minat khusus berbasis edukasi.
Selain potensi alam, Kandri juga memiliki kekayaan seni yang cukup beragam. Jadesta menyebut beberapa potensi seni di Kandri, yaitu Gendongan Lesung, Kempling Kemanak, Gamelan, Karawitan, dan Sanggar Tari.
Dari sini terlihat bahwa Kandri tidak hanya menjual pemandangan. Desa wisata ini juga menawarkan pengalaman budaya yang bisa dipelajari langsung oleh wisatawan, terutama mereka yang tertarik pada seni tradisional Jawa dan kehidupan masyarakat desa.
Apa Itu Kempling Kemanak?
Kempling Kemanak adalah seni musik tradisional yang berkembang di Desa Wisata Kandri.
Dalam beberapa sumber penelitian, kesenian ini sering disebut sebagai Kempling, sementara istilah Kempling Kemanak merujuk pada unsur alat musik yang menjadi ciri khas pertunjukannya.
Penelitian tentang pengembangan kesenian Kempling di Kandri menjelaskan bahwa kesenian ini berbentuk pertunjukan musik yang menggunakan alat seperti gembur, kendhang, karon, telon, kempling, dan kemanak.
Alat-alat tersebut disebut memiliki kemiripan dengan perangkat dalam musik rebana, tetapi tetap memiliki karakter lokal tersendiri.
Secara sederhana, Kempling Kemanak bisa dipahami sebagai musik rakyat yang memadukan ritme pukulan, nyanyian, dan suasana religius.
Lagu-lagu yang dibawakan dapat berupa sholawat, puji-pujian, lagu Jawa, hingga lagu hiburan yang dikembangkan sesuai kebutuhan pertunjukan.
Keunikan seni ini ada pada karakternya yang fleksibel. Ia punya akar tradisi, tetapi juga bisa menyesuaikan diri dengan selera penonton modern tanpa kehilangan identitas utamanya.
Asal-Usul dan Jejak Sejarah Kempling Kemanak
Kempling Kemanak memiliki hubungan erat dengan sejarah dakwah dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam penelitian yang sama, kesenian Kempling disebut sudah ada sejak masa Sunan Giri dan awalnya digunakan sebagai media dakwah.
Pada masa tersebut, kesenian seperti ini menjadi cara yang halus untuk menyampaikan pesan keagamaan.
Musik, syair, dan pertunjukan rakyat dipakai agar pesan lebih mudah diterima masyarakat. Pendekatan seperti ini sangat dekat dengan tradisi penyebaran Islam di Jawa yang sering menggunakan media budaya.
Kesenian Kempling di Kandri juga disebut memiliki kelompok yang berdiri sejak tahun 1962.
Namun dalam perjalanannya, kesenian ini sempat mengalami masa berhenti dan penurunan minat, terutama ketika hiburan modern dan kesenian kreasi baru semakin banyak diminati masyarakat.
Meski begitu, Kempling Kemanak tidak benar-benar hilang. Para seniman dan warga Kandri kemudian berupaya menghidupkan kembali kesenian ini, terutama setelah Kandri berkembang menjadi desa wisata.
Alat Musik dalam Kempling Kemanak
Salah satu hal paling menarik dari Kempling Kemanak adalah susunan alat musiknya. Kesenian ini tidak hanya mengandalkan satu instrumen, tetapi beberapa alat yang dimainkan bersama untuk membentuk irama.
Dalam penelitian tentang Kempling Kandri, alat yang disebut digunakan antara lain kempling, kemanak, gembur, kendhang, ketipung, telon, dan karon.
Seiring perkembangan zaman, pertunjukan ini juga mengalami penambahan alat seperti keyboard dan gitar, tetapi tetap berusaha mempertahankan ciri khas tradisionalnya.
Kemanak sendiri dikenal dalam tradisi gamelan Jawa sebagai alat musik berbahan logam yang bentuknya menyerupai pisang atau sendok bertangkai. Alat ini biasanya berfungsi sebagai pembawa ritme dalam permainan musik tradisional.
Perpaduan alat tradisional dan unsur modern membuat Kempling Kemanak terasa hidup. Ia tidak kaku, tetapi juga tidak lepas dari akar budayanya. Di sinilah letak daya tahannya: mampu berubah secukupnya tanpa kehilangan wajah asli.
Nuansa Islami dan Budaya Jawa dalam Pertunjukan
Kempling Kemanak menarik karena berada di persimpangan antara seni rakyat, budaya Jawa, dan nilai religius. Lagu-lagu yang dibawakan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga membawa pesan moral dan spiritual.
Penelitian tentang Kempling Kandri menyebut pertunjukan musik Kempling memainkan lirik berbahasa Jawa dan Indonesia dengan nuansa Islami.
Repertoarnya bisa berupa sholawat, puji-pujian, lagu Jawa, dan lagu hiburan lain seperti dangdut, pop, reggae, rock, hingga Melayu.
Fleksibilitas ini membuat Kempling Kemanak mudah masuk ke berbagai acara. Ia bisa hadir dalam hajatan, penyambutan tamu, acara desa, pengajian, hingga kegiatan wisata budaya.
Dari sisi suasana, kesenian ini terasa akrab. Tidak ada jarak yang terlalu jauh antara pemain dan penonton. Justru kekuatan seni rakyat seperti ini ada pada kedekatannya dengan masyarakat.
Kempling Kemanak dalam Kehidupan Warga Kandri
Bagi warga Kandri, Kempling Kemanak bukan hanya pertunjukan panggung. Ia menjadi bagian dari identitas sosial dan ruang kebersamaan.
Pada masa lalu, kesenian Kempling sering dipentaskan dalam berbagai acara seperti hajatan, penyambutan tamu, dan hari-hari besar.
Penelitian tentang Kempling Kandri juga mencatat bahwa kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat sekaligus media komunikasi untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya.
Fungsi seperti ini penting. Seni lokal tidak hanya membuat acara menjadi meriah, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga. Saat ada latihan, pementasan, atau acara desa, masyarakat berkumpul, saling membantu, dan ikut merasa memiliki.
Di tengah perubahan zaman, fungsi sosial Kempling Kemanak tetap relevan. Ia bisa menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya kampungnya sendiri, sekaligus menjadi sarana bagi warga dewasa untuk menjaga warisan leluhur.
Kempling Kemanak sebagai Daya Tarik Wisata Budaya
Kandri dikenal sebagai desa wisata yang tidak hanya menawarkan alam, tetapi juga pengalaman budaya. Dalam konteks ini, Kempling Kemanak menjadi salah satu atraksi yang menarik untuk dikenalkan kepada wisatawan.
Traveloka mencatat bahwa wisatawan di Desa Wisata Kandri dapat belajar beberapa kesenian, seperti Gamelan, Sanggar Tari, Karawitan, Gendongan Lesung, dan Kempling Kemanak.
Sumber yang sama juga menyebut adanya pementasan wayang kulit, wayang suket, jathilan, ketoprak, dan kesenian lesung di wilayah RW III.
Artinya, Kempling Kemanak punya peluang besar sebagai bagian dari wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya menonton, tetapi juga bisa mengenal alat musiknya, memahami sejarahnya, dan melihat langsung bagaimana warga memainkan seni tradisional.
Bagi sekolah, komunitas, atau wisatawan keluarga, pengalaman seperti ini sangat menarik. Anak-anak bisa belajar bahwa musik tradisional tidak kalah seru dari musik modern. Mereka juga bisa memahami bahwa setiap alat musik punya cerita, fungsi, dan nilai budaya.
Hubungan Kempling dengan Tari Matirto Suci Dewi Kandri
Kempling juga memiliki hubungan dengan seni tari dan tradisi lokal Kandri. Salah satu contohnya terlihat dalam Tari Matirto Suci Dewi Kandri.
Garuda Kemdiktisaintek mencatat artikel Jurnal Seni Tari berjudul “Makna Simbolik Tari Matirto Suci Dewi Kandri dalam Upacara Nyadran Kali di Desa Wisata Kandri”.
Dalam abstraknya disebutkan bahwa musik pengiring tarian tersebut adalah musik Kempling, yang disebut sebagai alat musik khas Desa Wisata Kandri.
Ini menunjukkan bahwa Kempling tidak berdiri sendiri. Ia juga bisa menjadi bagian dari pertunjukan tari, ritual, dan acara budaya yang lebih besar.
Dalam konteks Nyadran Kali, musik bukan hanya pengiring. Musik membantu membangun suasana, memperkuat makna simbolik, dan membuat tradisi terasa lebih sakral sekaligus meriah. Dari sini, Kempling Kemanak memiliki posisi penting dalam ekosistem seni Kandri.
Oemah Alas dan Ruang Pelestarian Kempling
Pelestarian seni lokal membutuhkan ruang latihan, komunitas, dan orang-orang yang konsisten bergerak. Di Kandri, salah satu ruang yang sering disebut dalam pengembangan kesenian adalah Oemah Alas.
Penelitian tentang Kempling Kandri mencatat adanya latihan rutin kesenian Kempling di Oemah Alas. Latihan tersebut dilakukan untuk kelompok pemuda maupun dewasa, dengan materi seperti lagu Pasar Gunungpati, Lir-ilir, Tombo Ati, Cublak-Cublak Suweng, dan sholawatan.
Kegiatan seperti ini penting karena seni tradisional tidak bisa bertahan hanya dengan cerita. Ia perlu dipraktikkan. Anak muda perlu belajar memainkan alat, memahami tempo, mengenal lagu, dan ikut tampil dalam acara.
Oemah Alas menjadi semacam ruang temu antara generasi lama dan generasi baru. Di sana, pengetahuan seni bisa diwariskan secara langsung, bukan hanya lewat buku atau video.
Tantangan Kempling Kemanak di Era Modern
Seperti banyak kesenian tradisional lain, Kempling Kemanak juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah perubahan selera hiburan masyarakat.
Penelitian tentang Kempling Kandri mencatat bahwa kesenian ini sempat mengalami penurunan pertunjukan. Pada masa tertentu, minat masyarakat menurun karena kesenian ini dianggap kurang cocok dengan era modern dan kalah oleh kesenian kreasi baru.
Tantangan lain adalah regenerasi pemain. Tidak semua anak muda tertarik mempelajari seni tradisional. Sebagian lebih nyaman dengan hiburan digital, musik populer, atau konten media sosial.
Namun, tantangan ini bukan alasan untuk menyerah. Justru Kempling Kemanak bisa diperkenalkan melalui cara baru. Misalnya, lewat paket wisata edukasi, konten video pendek, pertunjukan kolaboratif, festival desa, atau pelatihan seni untuk anak-anak sekolah.
Mengapa Kempling Kemanak Perlu Dilestarikan?
Kempling Kemanak perlu dilestarikan karena seni ini menyimpan banyak nilai. Ada nilai sejarah, religius, sosial, musikal, dan identitas lokal.
Bagi Kandri, Kempling Kemanak adalah pembeda. Tidak semua desa wisata punya seni lokal seperti ini. Jika dikelola dengan baik, kesenian ini bisa memperkuat branding Kandri sebagai desa wisata budaya dan edukasi di Kota Semarang.
Pelestarian juga penting agar generasi muda tidak kehilangan akar. Ketika anak-anak Kandri mengenal Kempling Kemanak, mereka bukan hanya belajar musik.
Mereka juga belajar tentang sejarah kampung, kerja sama, disiplin latihan, dan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Bagi wisatawan, mengenal Kempling Kemanak membuat kunjungan ke Kandri terasa lebih lengkap. Tidak hanya menikmati Goa Kreo atau Waduk Jatibarang, tetapi juga masuk ke dalam cerita budaya masyarakatnya.
Cara Menikmati Kempling Kemanak saat Berkunjung ke Kandri
Jika ingin mengenal Kempling Kemanak secara langsung, wisatawan bisa menghubungi pengelola Desa Wisata Kandri atau Pokdarwis setempat sebelum datang. Ini penting karena pertunjukan seni biasanya tidak selalu tersedia setiap hari.
Pengunjung juga bisa memilih paket wisata budaya atau edukasi yang menampilkan seni lokal. Jadesta mencatat bahwa Desa Wisata Kandri memiliki paket wisata, pemandu, sanggar seni, homestay, kios UMKM, jelajah desa, dan berbagai fasilitas pendukung wisata.
Saat menonton pertunjukan, perhatikan iramanya. Dengarkan bagaimana alat musik saling mengisi. Amati juga bagaimana lagu, kostum, dan interaksi pemain membentuk suasana khas seni rakyat.
Jangan lupa membeli produk lokal atau mencicipi kuliner khas Kandri. Jadesta mencatat adanya Sego Kethek serta berbagai olahan singkong seperti Wingsing, Jenang Tape, Dodol Tape, Sikela, Gethuk, keripik, dan criping singkong sebagai produk khas Kandri.
Dengan begitu, kunjungan wisata tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ikut mendukung ekonomi warga dan pelestarian budaya lokal.
Kempling Kemanak adalah seni lokal Kandri yang menarik untuk dikenal karena memadukan musik tradisional, nuansa Islami, budaya Jawa, dan semangat pelestarian warga.
Kesenian ini memiliki akar sejarah panjang, pernah digunakan sebagai media dakwah, lalu berkembang menjadi bagian dari hiburan rakyat dan wisata budaya.
Di Desa Wisata Kandri, Kempling Kemanak bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi identitas, ruang belajar, dan jembatan antara generasi lama dengan generasi muda.
Jika Anda berkunjung ke Semarang, sempatkan mengenal Desa Wisata Kandri lebih dalam. Jangan hanya melihat Goa Kreo dan Waduk Jatibarang, tetapi cari juga pengalaman budaya seperti Kempling Kemanak agar perjalanan terasa lebih bermakna.
FAQ
1. Apa itu Kempling Kemanak?
Kempling Kemanak adalah seni musik tradisional yang berkembang di Desa Wisata Kandri, Semarang. Kesenian ini menggunakan alat seperti kempling, kemanak, kendhang, gembur, karon, telon, dan beberapa instrumen pendukung lain.
2. Dari mana asal Kempling Kemanak?
Kempling Kemanak berkembang di Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kesenian Kempling disebut memiliki jejak sejarah sebagai media dakwah sejak masa Sunan Giri.
3. Apa fungsi Kempling Kemanak bagi masyarakat Kandri?
Fungsinya sebagai hiburan rakyat, media dakwah, sarana komunikasi budaya, pengisi acara desa, penyambutan tamu, serta daya tarik wisata edukasi.
4. Apakah wisatawan bisa belajar Kempling Kemanak di Kandri?
Ya. Desa Wisata Kandri menawarkan pengalaman belajar seni lokal, termasuk Kempling Kemanak, terutama melalui kegiatan wisata budaya atau edukasi yang dikelola masyarakat.
5. Mengapa Kempling Kemanak penting dilestarikan?
Karena kesenian ini menyimpan sejarah, nilai religius, identitas lokal, dan potensi wisata budaya. Pelestariannya juga membantu generasi muda mengenal budaya Kandri.
