11 Aktivitas Edukatif di Desa Kandri yang Seru untuk Dicoba

Liburan yang menyenangkan tidak harus selalu diisi dengan jalan-jalan, foto-foto, lalu pulang. Kadang, perjalanan justru terasa lebih berkesan ketika kita bisa belajar sesuatu secara langsung.

Misalnya, mencoba menanam padi, memberi makan ternak, menabuh gamelan, membatik, mengenal tanaman obat, atau memahami kehidupan warga desa dari dekat. Itulah yang membuat aktivitas edukatif di Desa Kandri menarik untuk dicoba.

Desa Wisata Kandri berada di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Meski masih masuk wilayah kota, suasananya terasa lebih tenang, hijau, dan dekat dengan kehidupan pedesaan.

Kandri bukan hanya terkenal karena Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Desa wisata ini juga punya banyak kegiatan edukatif yang cocok untuk anak sekolah, keluarga, komunitas, hingga wisatawan umum.

Di sini, belajar tidak terasa membosankan karena pengunjung bisa langsung praktik, bertanya kepada warga, dan menikmati suasana desa yang hangat.

Mengenal Desa Wisata Kandri sebagai Tempat Belajar

Desa Wisata Kandri atau Dewi Kandri tercatat sebagai desa wisata di Kota Semarang yang dibentuk berdasarkan SK Wali Kota Semarang Nomor 556/407 tanggal 21 Desember 2012.

Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat Kandri memiliki potensi wisata alam, budaya, wisata buatan, ekowisata, dan eduwisata yang dikemas dalam paket untuk anak usia prasekolah sampai perguruan tinggi.

Daya tarik utamanya cukup lengkap. Ada Goa Kreo di tengah Waduk Jatibarang, perahu wisata, Plaza Kandri, pemancingan, pemandu wisata, homestay, sanggar seni, kios UMKM, camping ground, outbound, river tubing, jelajah desa, hingga area mancing.

Karena itu, Kandri cocok disebut sebagai ruang belajar terbuka. Pengunjung tidak hanya melihat objek wisata, tetapi juga bisa memahami bagaimana warga mengelola alam, budaya, pertanian, kuliner, dan ekonomi lokal menjadi pengalaman wisata yang bernilai.

Mengapa Aktivitas Edukatif di Desa Kandri Menarik?

Aktivitas edukatif di Desa Kandri menarik karena dekat dengan kehidupan nyata. Banyak hal yang selama ini hanya dikenal lewat buku atau cerita bisa dicoba langsung di lapangan.

Anak-anak bisa belajar bahwa nasi berasal dari padi yang ditanam dan dirawat. Mereka bisa melihat ternak, mengenal tanaman obat keluarga, belajar membatik, mencoba gamelan, sampai memahami cara warga desa menjaga tradisi.

Website resmi Desa Kandri mencatat ada beberapa kategori wisata edukasi, seperti mencangkok, belajar tanaman obat keluarga, kelas menari, membatik, praktik menanam, dan kunjungan ternak.

Kegiatan seperti ini cocok untuk outing class, study tour, field trip, liburan keluarga, atau program komunitas. Belajar terasa lebih santai karena peserta tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tetapi ikut bergerak, mencoba, dan berinteraksi.

1. Praktik Menanam di Lahan Pertanian Warga

Salah satu aktivitas edukatif paling populer di Desa Kandri adalah praktik menanam. Kegiatan ini mengajak pengunjung masuk ke area pertanian warga dan belajar langsung cara bercocok tanam.

Situs Desa Kandri menjelaskan bahwa wisata praktik menanam dipandu oleh petani setempat. Wisatawan dapat belajar menanam padi, sayuran, atau tanaman herbal mulai dari pengolahan tanah, proses penanaman, sampai tahap perawatan.

Kegiatan ini cocok untuk anak-anak, pelajar, dan komunitas yang ingin memahami produksi pangan secara alami.

Bagi anak sekolah, pengalaman ini sangat berharga. Mereka bisa memahami bahwa makanan tidak datang begitu saja dari pasar atau supermarket. Ada proses panjang, mulai dari tanah, air, bibit, tenaga petani, sampai panen.

Selain itu, praktik menanam juga melatih kesabaran. Anak-anak belajar bahwa alam punya ritmenya sendiri. Tidak semua hal bisa instan, termasuk menghasilkan bahan pangan.

2. Belajar Budidaya Singkong dan Produk Lokal

Selain padi dan sayuran, Kandri juga punya aktivitas edukatif seputar budidaya singkong. Singkong cukup dekat dengan kehidupan masyarakat desa karena mudah diolah menjadi berbagai makanan dan camilan.

Jadesta mencatat adanya Paket Edukasi Budidaya Singkong di Desa Wisata Kandri.

Dalam paket ini, siswa diterima di Pendopo Desa Wisata Kandri yang berada di kawasan Omah Pinter Petani, kemudian mendapat welcome drink, informasi acara, pembagian kelompok, dan arahan untuk kegiatan lapangan.

Dari kegiatan ini, peserta bisa belajar bahwa singkong bukan hanya bahan makanan sederhana. Dengan kreativitas warga, singkong bisa diolah menjadi produk lokal seperti gethuk, keripik, criping, jenang tape, dodol tape, dan berbagai camilan khas Kandri.

Aktivitas ini juga cocok untuk edukasi kewirausahaan. Anak-anak bisa memahami bagaimana bahan lokal diolah menjadi produk bernilai jual. Dari kebun, singkong bisa masuk ke dapur, lalu menjadi oleh-oleh yang mendukung ekonomi warga.

3. Mengenal Omah Pinter Petani

Omah Pinter Petani menjadi salah satu pusat penting dalam wisata edukasi Desa Kandri. Tempat ini berhubungan erat dengan pertanian, pelatihan, praktik lapangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tabloid Sinar Tani mencatat bahwa Omah Pinter Petani memiliki bangunan untuk kegiatan indoor seperti pelatihan, bimbingan teknis, penyuluhan, dan bazar produk anggota.

Untuk kegiatan outdoor, tersedia kolam ikan, kandang ternak, kebun buah, dan sawah mini sebagai fasilitas edukasi pertanian.

Menariknya, Omah Pinter Petani juga menerima kunjungan siswa sekolah dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA untuk belajar pertanian sambil menikmati suasana pedesaan.

Tempat seperti ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh. Peserta bisa mendapat penjelasan, lalu langsung melihat contoh di lapangan. Jadi, edukasi tidak berhenti pada teori.

4. Kunjungan Ternak untuk Mengenal Dunia Peternakan

Aktivitas edukatif lain yang bisa dicoba di Desa Kandri adalah kunjungan ternak. Kegiatan ini cocok untuk anak-anak yang ingin mengenal hewan lebih dekat.

Situs Desa Kandri menjelaskan bahwa wisata kunjungan ternak memberi pengalaman edukatif bagi pengunjung untuk melihat langsung pemeliharaan sapi, kambing, dan ayam.

Wisatawan juga dapat mencoba memberi makan atau memerah susu, dengan pendampingan peternak lokal.

Kegiatan seperti ini mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab. Mereka bisa memahami bahwa hewan ternak perlu dirawat, diberi makan, dijaga kebersihannya, dan diperlakukan dengan baik.

Selain itu, kunjungan ternak juga mengenalkan hubungan antara peternakan dan kehidupan sehari-hari. Susu, telur, daging, pupuk kandang, dan kegiatan pertanian terpadu semuanya saling terhubung.

5. Belajar Tanaman Obat Keluarga dan Mencangkok

Desa Kandri juga memiliki aktivitas belajar tanaman obat keluarga atau TOGA. Kegiatan ini menarik karena memperkenalkan tanaman yang sering ada di sekitar rumah, tetapi belum tentu dipahami manfaatnya.

Anak-anak bisa belajar mengenal jahe, kunyit, kencur, serai, temulawak, daun sirih, atau tanaman lain yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini, mereka memahami bahwa halaman rumah bisa menjadi ruang belajar tentang kesehatan alami dan kearifan lokal.

Selain TOGA, ada juga aktivitas mencangkok. Kegiatan ini memperkenalkan cara memperbanyak tanaman secara sederhana. Anak-anak bisa melihat proses pemilihan batang, pengupasan kulit, pemberian media tanam, pembungkusan, sampai menunggu akar tumbuh.

Aktivitas seperti ini cocok untuk pelajaran IPA karena peserta bisa melihat langsung proses pertumbuhan tanaman. Lebih dari itu, mereka belajar merawat makhluk hidup dengan telaten.

6. Edukasi Gamelan dan Karawitan

Kandri tidak hanya kuat di pertanian. Desa wisata ini juga punya kegiatan edukatif berbasis seni budaya, salah satunya gamelan dan karawitan.

Jadesta mencatat paket Edukasi Gamelan & Karawitan di Desa Wisata Kandri. Paket ini berlokasi di Sanggar Budaya Kandri Laras, Pendopo RW 01, dan menjadi salah satu produk wisata edukasi yang tersedia di Kandri.

Belajar gamelan sangat menarik karena peserta tidak hanya mengenal alat musik tradisional. Mereka juga belajar kerja sama, konsentrasi, mendengarkan irama, dan memahami bahwa setiap alat memiliki peran sendiri.

Dalam gamelan, tidak semua pemain harus menonjol. Ada yang menjaga melodi, ada yang memberi tanda, ada yang mengatur tempo. Dari sini, anak-anak bisa belajar nilai harmoni dan kebersamaan dalam budaya Jawa.

7. Kelas Menari, Membatik, dan Melukis Caping

Aktivitas edukatif di Desa Kandri juga mencakup seni visual dan seni gerak. Website Desa Kandri mencantumkan kelas menari dan membatik sebagai bagian dari wisata edukasi.

Kelas menari membantu anak-anak mengenal gerak tubuh, ekspresi, irama, dan cerita budaya. Mereka belajar bahwa tari tradisional bukan hanya gerakan indah, tetapi juga memiliki makna dan nilai lokal.

Membatik juga tidak kalah menarik. Peserta bisa belajar tentang motif, warna, alat, dan proses membuat karya secara sabar. Aktivitas ini melatih kreativitas sekaligus ketelitian.

Selain itu, Jadesta mencatat adanya paket edukasi kerajinan tangan melukis caping sebagai salah satu produk wisata Kandri. Caping yang biasanya dipakai petani bisa menjadi media seni yang unik. Dari benda sederhana, anak-anak bisa menciptakan karya penuh warna.

8. Outbound Pertanian dan Edukasi Lingkungan

Untuk peserta yang suka aktivitas aktif, outbound pertanian bisa menjadi pilihan menarik. Kegiatan ini menggabungkan permainan, kerja kelompok, pengenalan lingkungan, dan edukasi pertanian.

Salah satu contoh inovasi edukasi di Kandri adalah pengolahan limbah kulit durian menjadi pupuk organik cair.

Jurnal Karya Nyata tahun 2024 menjelaskan bahwa program di Omah Pinter Petani menggabungkan pengolahan limbah kulit durian dengan kegiatan outbound pertanian sebagai paket wisata edukasi bernama “Mas Duren”.

Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan isu lingkungan. Anak-anak bisa belajar bahwa sampah organik tidak harus langsung dibuang. Dengan pengolahan yang tepat, limbah bisa menjadi pupuk dan bermanfaat bagi tanaman.

Outbound juga melatih kerja sama. Peserta biasanya dibagi dalam kelompok, lalu diminta menyelesaikan tantangan bersama. Di sini, anak-anak belajar komunikasi, keberanian, dan tanggung jawab.

9. Jelajah Desa dan Belajar dari Kehidupan Warga

Salah satu aktivitas edukatif yang sering terasa paling berkesan adalah jelajah desa. Kegiatan ini sederhana, tetapi bisa membuka banyak wawasan.

Saat jelajah desa, pengunjung bisa melihat rumah warga, kebun, sawah, tempat usaha UMKM, sanggar seni, atau area wisata lokal. Mereka juga bisa mendengar cerita langsung dari pemandu atau warga setempat.

Jadesta mencatat Desa Wisata Kandri memiliki fasilitas seperti pemandu wisata, homestay, kebun buah, sanggar seni, kereta wisata, kios UMKM, camping ground, outbound, river tubing, jelajah desa, dan area mancing.

Belajar dari warga memberi pengalaman yang berbeda. Pengunjung tidak hanya mendapat data, tetapi juga cerita hidup. Dari percakapan sederhana, mereka bisa memahami bagaimana masyarakat Kandri menjaga budaya, mengelola wisata, dan memanfaatkan potensi lokal.

10. Mengenal Goa Kreo dan Waduk Jatibarang secara Edukatif

Kunjungan ke Desa Kandri belum lengkap tanpa mengenal Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Dua tempat ini bisa menjadi bagian dari aktivitas edukatif, terutama untuk mengenalkan legenda lokal, ekosistem, air, dan satwa.

Jadesta mencatat Goa Kreo berada di sebuah pulau kecil di tengah Waduk Jatibarang dan dihuni ratusan monyet ekor panjang. Waduk Jatibarang juga menjadi potensi wisata buatan dengan perahu wisata, Plaza Kandri, dan lokasi pemancingan.

Untuk anak sekolah, kawasan ini bisa menjadi ruang belajar tentang hubungan manusia dan lingkungan. Mereka bisa memahami fungsi waduk, pentingnya menjaga kebersihan air, etika berinteraksi dengan satwa, serta cerita budaya yang hidup di sekitar Goa Kreo.

Namun, pendamping perlu mengingatkan anak-anak agar berhati-hati di area monyet. Jangan membawa makanan terbuka, jangan menggoda satwa, dan ikuti arahan petugas.

11. Kuliner Lokal sebagai Edukasi Rasa dan Budaya

Aktivitas edukatif di Kandri juga bisa dilakukan lewat kuliner. Makanan khas bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga bisa menjadi bahan belajar tentang hasil bumi, tradisi, dan ekonomi lokal.

Jadesta mencatat makanan khas Dewi Kandri adalah Sego Kethek, sedangkan oleh-oleh khasnya berupa olahan singkong seperti Wingsing, Jenang Tape, Dodol Tape, Sikela, Gethuk, keripik, dan criping singkong.

Selain itu, terdapat cinderamata dari bambu, kayu, batik, dan produk kreatif lainnya. Dari kuliner, anak-anak bisa belajar tentang bahan lokal.

Misalnya, singkong bisa diolah menjadi berbagai makanan. Daun pisang atau daun jati bisa digunakan sebagai pembungkus alami. Rempah bisa menjadi minuman tradisional yang menyegarkan.

Belajar kuliner membuat edukasi terasa lebih menyenangkan karena melibatkan rasa, aroma, warna, dan cerita.

Tips Memilih Aktivitas Edukatif di Desa Kandri

Agar kunjungan lebih maksimal, pilih aktivitas sesuai usia peserta. Anak TK dan SD biasanya cocok dengan kegiatan yang ringan, seperti memberi makan ternak, menanam, melukis caping, atau mengenal tanaman.

Untuk siswa SMP dan SMA, kegiatan bisa dibuat lebih mendalam. Misalnya, edukasi pertanian, budidaya singkong, pengolahan limbah organik, gamelan, membatik, atau diskusi tentang desa wisata berbasis masyarakat.

Untuk keluarga, pilih kombinasi aktivitas yang santai. Misalnya, praktik menanam, kunjungan ternak, menikmati kuliner lokal, lalu berkunjung ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

Untuk sekolah atau rombongan besar, sebaiknya menghubungi pengelola Desa Wisata Kandri terlebih dahulu. Dengan begitu, kegiatan bisa disiapkan lebih rapi, termasuk pembagian kelompok, pemandu, konsumsi, dan durasi kegiatan.

Manfaat Aktivitas Edukatif bagi Anak dan Wisatawan

Aktivitas edukatif di Desa Kandri memberikan banyak manfaat. Pertama, peserta belajar langsung dari pengalaman. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi melihat dan mencoba sendiri.

Kedua, kegiatan ini melatih kerja sama. Banyak aktivitas dilakukan dalam kelompok, sehingga peserta belajar saling membantu dan mendengarkan arahan.

Ketiga, wisata edukasi mengenalkan budaya lokal. Anak-anak bisa memahami bahwa tradisi, seni, makanan, dan kehidupan desa adalah bagian penting dari identitas masyarakat.

Keempat, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian lingkungan. Dari praktik menanam, mengenal ternak, hingga belajar mengolah limbah organik, peserta diajak melihat bahwa alam harus dirawat bersama.

Aktivitas edukatif di Desa Kandri menawarkan pengalaman belajar yang lengkap dan menyenangkan.

Pengunjung bisa mencoba praktik menanam, budidaya singkong, kunjungan ternak, belajar TOGA, mencangkok, gamelan, karawitan, menari, membatik, melukis caping, outbound pertanian, jelajah desa, hingga mengenal Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

Kekuatan Kandri ada pada pengalaman langsung. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga ikut mencoba dan belajar dari warga.

Inilah yang membuat Desa Wisata Kandri cocok untuk anak sekolah, keluarga, komunitas, dan siapa pun yang ingin liburan sambil menambah wawasan.

Jika sedang mencari destinasi edukatif di Semarang, Desa Kandri layak masuk daftar kunjungan. Datanglah dengan rasa ingin tahu, ikuti aktivitasnya, dukung produk lokalnya, dan bawa pulang pengalaman yang bermakna.

FAQ

1. Apa saja aktivitas edukatif yang bisa dilakukan di Desa Kandri?

Pengunjung bisa mencoba praktik menanam, budidaya singkong, kunjungan ternak, belajar TOGA, mencangkok, gamelan, karawitan, menari, membatik, melukis caping, outbound pertanian, dan jelajah desa.

2. Apakah Desa Kandri cocok untuk anak sekolah?

Ya. Desa Kandri cocok untuk outing class, field trip, study tour, dan pembelajaran luar kelas karena memiliki banyak aktivitas edukatif berbasis alam, budaya, pertanian, dan kehidupan warga.

3. Di mana pusat edukasi pertanian di Desa Kandri?

Salah satu pusat edukasi pertanian di Kandri adalah Omah Pinter Petani, yang memiliki fasilitas seperti sawah mini, kebun buah, kolam ikan, kandang ternak, dan ruang pelatihan.

4. Apakah pengunjung bisa belajar gamelan di Desa Kandri?

Bisa. Desa Wisata Kandri memiliki paket edukasi gamelan dan karawitan yang memperkenalkan perangkat gamelan serta memberi kesempatan peserta mencoba memainkannya.

5. Bagaimana cara mengikuti aktivitas edukatif di Desa Kandri?

Sebaiknya hubungi pengelola Desa Wisata Kandri atau Pokdarwis terlebih dahulu, terutama jika datang bersama rombongan sekolah atau komunitas, agar paket kegiatan bisa disiapkan sesuai kebutuhan.